BOGOR -– Moratorium hutan yang pada Mei nanti akan habis masa berlakunya
tidak ingin dibicarakan oleh Menteri Kehutanan (Menhut), Zulkifli
Hasan. Moratorium hutan ialah penghentian pemberian konsesi untuk
menggunakan lahan di hutan alam dan lahan gambut.
Zulkifli mengatakan, sudah sering dibahas dan masa berlaku moratorium hutan belum habis. ‘’Lihat entar saja,’’
kata dia di Kantor Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), Jalan
Gunung Batu, Bogor, Jawa Barat, Kamis (25/4) siang.
Terkait
dengan sudah diajukannya perpanjangan moratorium hutan, Zulkifli pun
ogah berkomentar lebih lanjut. ‘’Bahas yang lain saja ya,’’ ujar dia.
sumber ; http://www.republika.co.id
Kamis, 25 April 2013
Berkenalan di BBM, RR Jadi Kurir Narkoba
Jakarta - Berhati-hati dan
waspadalah terhadap orang yang baru dikenal di jejaring sosial atau
fasilitas layanan obrolan di smartphone. Pasalnya, setiap perkembangan
teknologi selalu dimanfaatkan oleh sindikat narkotika untuk
menyelundupkan dan mengedarkan barang haram mereka.
Akibat perkenalannya dengan seorang pria berinisial D melalui layanan Blackberry Messenger (BBM), seorang wanita berinisial TT (20), terjerat dan dijadikan kurir sindikat narkotika. TT dibekuk petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di kawasan Ciherang, Ciapus, Bogor, Jawa Barat pada Senin (7/4) lalu saat menerima paket berisi narkotika golongan I jenis sabu seberat 757 gram.
TT menuturkan, dirinya berkenalan dengan D yang secara tidak sengaja masuk di Blackberry miliknya untuk dijadikan teman. Semenjak itu, keduanya akrab dan sering berbincang melalui BBM. Bahkan, TT yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga warung internet di sekitar rumahnya menjalin hubungan asmara dengan D, meski keduanya tidak pernah bertemu.
Tak butuh waktu lama, baru menjalin hubungan sekitar dua bulan, TT kemudian diajak bisnis dan disuruh mengambil sebuah paket yang dikirim dari Malaysia. Jika bersedia menerima paket itu, TT diiming-imingi akan diajak jalan-jalan keluar negeri serta keuntungan finansial lainnya.
"Dia bilang saya bisa keluar negeri jika mau membantu mengambil barang dan menyampaikannya lagi ke orang lain," katanya.
Petugas di Halim Perdana Kusuma, pada 5 April 2013, dengan menggunakan X-Ray mencurigai paket yang dikirim dari Kuala Lumpur, Malaysia itu. Setelah dilakukan control delivery pada Senin (7/3), TT ditangkap petugas di rumahnya Kampung Ciherang Cutak RT 01/RW 05 Ciapus, Ciomas, Bogor, setelah menerima paket berisi kompresor itu. Padahal, dalam kesepakatan sebelumnya, 'sang kekasih' menyebut paket kiriman itu berisi boks bayi.
Atas tindakannya ini tersangka dijerat pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1, Undang-undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.
sumber : http://www.beritasatu.com
Akibat perkenalannya dengan seorang pria berinisial D melalui layanan Blackberry Messenger (BBM), seorang wanita berinisial TT (20), terjerat dan dijadikan kurir sindikat narkotika. TT dibekuk petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di kawasan Ciherang, Ciapus, Bogor, Jawa Barat pada Senin (7/4) lalu saat menerima paket berisi narkotika golongan I jenis sabu seberat 757 gram.
TT menuturkan, dirinya berkenalan dengan D yang secara tidak sengaja masuk di Blackberry miliknya untuk dijadikan teman. Semenjak itu, keduanya akrab dan sering berbincang melalui BBM. Bahkan, TT yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga warung internet di sekitar rumahnya menjalin hubungan asmara dengan D, meski keduanya tidak pernah bertemu.
Tak butuh waktu lama, baru menjalin hubungan sekitar dua bulan, TT kemudian diajak bisnis dan disuruh mengambil sebuah paket yang dikirim dari Malaysia. Jika bersedia menerima paket itu, TT diiming-imingi akan diajak jalan-jalan keluar negeri serta keuntungan finansial lainnya.
"Dia bilang saya bisa keluar negeri jika mau membantu mengambil barang dan menyampaikannya lagi ke orang lain," katanya.
Petugas di Halim Perdana Kusuma, pada 5 April 2013, dengan menggunakan X-Ray mencurigai paket yang dikirim dari Kuala Lumpur, Malaysia itu. Setelah dilakukan control delivery pada Senin (7/3), TT ditangkap petugas di rumahnya Kampung Ciherang Cutak RT 01/RW 05 Ciapus, Ciomas, Bogor, setelah menerima paket berisi kompresor itu. Padahal, dalam kesepakatan sebelumnya, 'sang kekasih' menyebut paket kiriman itu berisi boks bayi.
Atas tindakannya ini tersangka dijerat pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2 jo pasal 132 ayat 1, Undang-undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun.
sumber : http://www.beritasatu.com
Ribuan Kaki-5 di Cileungsi Bakal Digusur
BOGOR – Ribuan pedagang Kaki-5 di kolong jembatan layang
(fly over) Cileungsi bakal digusur Satpol PP Kabupaten Bogor.
Pembersihan Kaki-5 ini menyusul selesainya pembangunan Pasar Cileungsi
yang akan diresmikan awal Juni mendatang.
Rencana ini ditentang sejumlah pedagang Kaki-5. Mereka mengaku tak sanggup membayar los atau kios di Pasar Cileungsi yang selesai dibangun setelah terbakar 10 Maret 2011 . Pasar baru ini terdiri 1.139 kios, 628 unit los, 180 gerai, dan 75 unit ruko. PD Pasar Tohaga memperioritaskan kios, los dan gerai itu untuk pedagang Pasar Ciluengsi sebelum terbakar. sejak terbakar mereka berujalan di tempat penampungan sementara di Desa Cileungsi.
“Sedangkan kami tak puya los atau sehingga untuk membelinya sesuai dengan harga pasarnya yang nilainya meninil Rp 56 juta buat gerai seluas enam meter persegi,” kata Jani, pedagang Kaki-5 di sekitar fly over Cileungsi di Desa Dayeuh, Kecamatan Ciluengsi, Rabu.
Mereka berharap kebijakan dari PD Pasar Tohaga memberikan keringan terhadap harga jual gerai atau los. “Namanya juga Kaki-5, mana ada modal buat beli gerai atau los,” timpal pedagang lainnya.
Dirut PD Pasar Tohaga Cahya Vidiadi mengatakan, soal harga pihaknya mendiskusikan dengan pedagang Kaki-5. “Kita akan berikan keringanan kepada Kaki-5. Kita nanti musyawarahkan, semampunya pedagang mencicil. Pokoknya kita tidak akan bikin susah, asal mereka tak lagi berjualan di pinggir atau trotoar,” katanya.
Camat Cileungsi Beben Suhendar mengatakan, digusurnya ribuan kaki-5 di sekitar fly over itu sebagai bagian dari penataan kebersihan dan keindahan. “Dulu saat kita mau gusur, mereka minta Pasar Ciluengsi diselesaikan, kini pasar sudah selesai dibangun, mereka minta harga murah jika tidak, akan bertahan. Ini kan tidak benar,“ katanya.
Dia bersihkn keras pihakny tidk lgi meberikn tolernsi terhadap Kaki-5. Kelak di kolong fly over akan diberi pagar. Selain itu kami juga akan menertibkan terminal bayangan yang selama ini sering menjadi penyebab macet dan kondisi jalan yang semrawut. Angkutan umum tersebut akan diarahkan ke Terminal Cileungsi sebagaimana fungsi,” paparnya.
Untuk menggusur ribuan Kaki-6 ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Bogor. “Penertiban akan dilakukan Satol PP Kabupaten Bogor,” ucapnya. (iwan)
Tesk ; Pedagang Kaki-5 di sekitar Fly Over Cileungsi bakal digusur menyusul selesainya pembangunan Pasar Cileungsi pasca terbakar 2011
sumber : http://www.poskotanews.com
Rencana ini ditentang sejumlah pedagang Kaki-5. Mereka mengaku tak sanggup membayar los atau kios di Pasar Cileungsi yang selesai dibangun setelah terbakar 10 Maret 2011 . Pasar baru ini terdiri 1.139 kios, 628 unit los, 180 gerai, dan 75 unit ruko. PD Pasar Tohaga memperioritaskan kios, los dan gerai itu untuk pedagang Pasar Ciluengsi sebelum terbakar. sejak terbakar mereka berujalan di tempat penampungan sementara di Desa Cileungsi.
“Sedangkan kami tak puya los atau sehingga untuk membelinya sesuai dengan harga pasarnya yang nilainya meninil Rp 56 juta buat gerai seluas enam meter persegi,” kata Jani, pedagang Kaki-5 di sekitar fly over Cileungsi di Desa Dayeuh, Kecamatan Ciluengsi, Rabu.
Mereka berharap kebijakan dari PD Pasar Tohaga memberikan keringan terhadap harga jual gerai atau los. “Namanya juga Kaki-5, mana ada modal buat beli gerai atau los,” timpal pedagang lainnya.
Dirut PD Pasar Tohaga Cahya Vidiadi mengatakan, soal harga pihaknya mendiskusikan dengan pedagang Kaki-5. “Kita akan berikan keringanan kepada Kaki-5. Kita nanti musyawarahkan, semampunya pedagang mencicil. Pokoknya kita tidak akan bikin susah, asal mereka tak lagi berjualan di pinggir atau trotoar,” katanya.
Camat Cileungsi Beben Suhendar mengatakan, digusurnya ribuan kaki-5 di sekitar fly over itu sebagai bagian dari penataan kebersihan dan keindahan. “Dulu saat kita mau gusur, mereka minta Pasar Ciluengsi diselesaikan, kini pasar sudah selesai dibangun, mereka minta harga murah jika tidak, akan bertahan. Ini kan tidak benar,“ katanya.
Dia bersihkn keras pihakny tidk lgi meberikn tolernsi terhadap Kaki-5. Kelak di kolong fly over akan diberi pagar. Selain itu kami juga akan menertibkan terminal bayangan yang selama ini sering menjadi penyebab macet dan kondisi jalan yang semrawut. Angkutan umum tersebut akan diarahkan ke Terminal Cileungsi sebagaimana fungsi,” paparnya.
Untuk menggusur ribuan Kaki-6 ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Satpol PP Kabupaten Bogor. “Penertiban akan dilakukan Satol PP Kabupaten Bogor,” ucapnya. (iwan)
Tesk ; Pedagang Kaki-5 di sekitar Fly Over Cileungsi bakal digusur menyusul selesainya pembangunan Pasar Cileungsi pasca terbakar 2011
sumber : http://www.poskotanews.com
Wakil Bupati Bogor: Bupati Teken Izin Kuburan, Saya Tak Tahu Ada Suap
Jakarta - Wakil Bupati Bogor Karyawan Faturachman
diperiksa KPK terkait kasus suap lahan di Tanjungsari Bogor yang akan
dijadikan lahan makam elit. Karyawan menyatakan izin lahan tersebut
sudah diteken oleh Bupati Rahmat Yasin.
"Sudah ada SK bupati, kewenangan pada bupati. Mengajukannya tahun 2012, prosesnya sudah selesai. Yang ngajuin PT Garindo," kata Karyawan di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Kamis (25/4/2013).
Menurut Karyawan, tim dari Pemkab Bogor sudah melakukan kajian lapangan sebelum izin dikeluarkan. Mengenai adanya proses penyuapan terkait dikeluarkannya izin lahan tersebut, Karyawan mengaku tidak tahu menahu.
"Sudah ada kajian lapangan, kajian teknis. Begitu SK bupati dikeluarkan ternyata ada tertangkap tangan. Ada yang memberikan uang," kata Karyawan.
Karyawan juga mengaku tak tahu menahu mengenai adanya dugaan kongkalikong antara Ketua DPRD Bogor Iyus Djuher dengan pihak Pemkab. Dia mengatakan bupati Yasin tidak pernah memberikan instruksi khusus dalam pengurusan izin lahan 100 hektar di Tanjungsari.
"Entahlah, saya belum pernah bertemu dengan dia (Iyus)," kata Karyawan.
sumber : www.detik.com
"Sudah ada SK bupati, kewenangan pada bupati. Mengajukannya tahun 2012, prosesnya sudah selesai. Yang ngajuin PT Garindo," kata Karyawan di kantor KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Kamis (25/4/2013).
Menurut Karyawan, tim dari Pemkab Bogor sudah melakukan kajian lapangan sebelum izin dikeluarkan. Mengenai adanya proses penyuapan terkait dikeluarkannya izin lahan tersebut, Karyawan mengaku tidak tahu menahu.
"Sudah ada kajian lapangan, kajian teknis. Begitu SK bupati dikeluarkan ternyata ada tertangkap tangan. Ada yang memberikan uang," kata Karyawan.
Karyawan juga mengaku tak tahu menahu mengenai adanya dugaan kongkalikong antara Ketua DPRD Bogor Iyus Djuher dengan pihak Pemkab. Dia mengatakan bupati Yasin tidak pernah memberikan instruksi khusus dalam pengurusan izin lahan 100 hektar di Tanjungsari.
"Entahlah, saya belum pernah bertemu dengan dia (Iyus)," kata Karyawan.
sumber : www.detik.com
Angin Kencang di Bogor, Angkot Tertimpa Pohon
Bogor - Hujan lebat yang disertai angin kencang yang melanda Kota Bogor,
menumbangkan beberapa pohon pesar. Sebuah jenis angsana dengan diameter
80 sentimeter dan tinggi sekitar 30 meter menimpa mobil angkutan kota
yang melintas di Jalan Heulang, Tanah Sareal, Kota Bogor.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini yang terjadi Kamis, 25 April 2013 pukul 13.30 WIB itu. Mobil angkot 07 jurusan Pasar Anyar-Bojong Gede bernopol F 1928 BD ringsek dan harus dievakuasi dengan cara memotong batang pohong menggunakan gergaji mesin oleh petugas Damkar Kota Bogor.
Rudi Rahma Iskandar, 26 tahun, sopir angkot, mengatakan bahwa saat itu kondisi Kota Bogor tengah hujan deras disertai angin kencang. Angkot yang ia kemudikan pun melaju dari arah Jalan Pemuda menuju Jalan Sudirman. "Awalnya hanya ranting yang jatuh. Tidak lama kemudian, batang pohon sebelah kanan roboh lalu menimpa belakang mobil," kata Rudi, Kamis, 25 April 2013.
Kedua penumpang selamat karena duduk di sisi depan. Namun, kondisi mobil rusak parah. "Kedua penumpang segera keluar, tapi satu ada penumpang yang pria keningnya berdarah. Mereka langsung pulang," kata dia.
Tiupan angin besar yang melanda Kota Bogor itu pun menumbangkan pohon besar di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan kantor Imigrasi Bogor, dan menimpa lapak warung milik Hartoyo. "Waktu itu saya bersama lima orang sedang ngobrol di warung. Tiba-tiba batang pohon roboh dan menimpa atap dan gerobak," kata Hartoyo.
Batang pohon tumbang itu tertahan gerobak sehingga tidak menimpa keenam orang itu. "Batang pohon itu tertahan sama gerobak, jadi kami selamat," ujarnya.
Kepala UPTD Damkar dan Penanggulangan Bencana Kota Bogor Theofilo mengatakan ada empat lokasi pohon tumbang saat angin kencang, yakni di Jalan Dadali, Jalan Pajajaran, tepatnya depan Kantor Mapolsek Bogor Utara, Jalan Heulang, dan Jalan Srigunting. "Tidak ada korban jiwa mapun luka. Hanya saja satu angkot rusak tertimpa pohon," kata dia.
sumber : http://www.tempo.co
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini yang terjadi Kamis, 25 April 2013 pukul 13.30 WIB itu. Mobil angkot 07 jurusan Pasar Anyar-Bojong Gede bernopol F 1928 BD ringsek dan harus dievakuasi dengan cara memotong batang pohong menggunakan gergaji mesin oleh petugas Damkar Kota Bogor.
Rudi Rahma Iskandar, 26 tahun, sopir angkot, mengatakan bahwa saat itu kondisi Kota Bogor tengah hujan deras disertai angin kencang. Angkot yang ia kemudikan pun melaju dari arah Jalan Pemuda menuju Jalan Sudirman. "Awalnya hanya ranting yang jatuh. Tidak lama kemudian, batang pohon sebelah kanan roboh lalu menimpa belakang mobil," kata Rudi, Kamis, 25 April 2013.
Kedua penumpang selamat karena duduk di sisi depan. Namun, kondisi mobil rusak parah. "Kedua penumpang segera keluar, tapi satu ada penumpang yang pria keningnya berdarah. Mereka langsung pulang," kata dia.
Tiupan angin besar yang melanda Kota Bogor itu pun menumbangkan pohon besar di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di depan kantor Imigrasi Bogor, dan menimpa lapak warung milik Hartoyo. "Waktu itu saya bersama lima orang sedang ngobrol di warung. Tiba-tiba batang pohon roboh dan menimpa atap dan gerobak," kata Hartoyo.
Batang pohon tumbang itu tertahan gerobak sehingga tidak menimpa keenam orang itu. "Batang pohon itu tertahan sama gerobak, jadi kami selamat," ujarnya.
Kepala UPTD Damkar dan Penanggulangan Bencana Kota Bogor Theofilo mengatakan ada empat lokasi pohon tumbang saat angin kencang, yakni di Jalan Dadali, Jalan Pajajaran, tepatnya depan Kantor Mapolsek Bogor Utara, Jalan Heulang, dan Jalan Srigunting. "Tidak ada korban jiwa mapun luka. Hanya saja satu angkot rusak tertimpa pohon," kata dia.
sumber : http://www.tempo.co
Lewat Teater Sabrina Piscalia Dalami Seni Peran
Jakarta, bogorpos.com - Berakting dibeberapa sinetron tak mambuat Sabrina Piscalia merasa puas. Kini ia mendalami ilmu seni peran lewat panggung teater.
Sabrina menjajal kemampuan seni peran pada pementasan teater 'Markonah' yang digelar pada 9-10 April 2013 di Gedung Graha Bhakti Budaya, TIM, Jakarta Pusat.
"Ini yang pertama buat aku. Di teater itu beda. Kalau syuting salah dicut diedit. Kalau teater semua running kalau salah ya jalan terus. Semua lebih jujur ya, akting, ekspresi, suara sesuai dengan proyeksi panggung,"ungkapnya saat ditemui dikawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Bintang sinetron 'Perempuan Pembawa Berkah' yang juga asal Bogor itu menuturkan berakting di panggung teater memberikan banyak pengalaman baru.
"Dibilang susah nggak susah tapi akting di teater itu juga nggak gampang. Kalau latihan intens sudah sebulan, persiapan lainnya sih sudah tiga bulan lalu," paparnya.
Pemilik tinggi badan 170 centimeter dan berat 47 kilogram itu berharap kedepannya pertunjukan teater bisa mendapat perhatian lebih dari pemerintah.
"Inikan project idealis ya, selama ini seniman teater kan kurang dapat apresiasi yang bagus dari pemerintah," tutupnya.
Sabrina menjajal kemampuan seni peran pada pementasan teater 'Markonah' yang digelar pada 9-10 April 2013 di Gedung Graha Bhakti Budaya, TIM, Jakarta Pusat.
"Ini yang pertama buat aku. Di teater itu beda. Kalau syuting salah dicut diedit. Kalau teater semua running kalau salah ya jalan terus. Semua lebih jujur ya, akting, ekspresi, suara sesuai dengan proyeksi panggung,"ungkapnya saat ditemui dikawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Bintang sinetron 'Perempuan Pembawa Berkah' yang juga asal Bogor itu menuturkan berakting di panggung teater memberikan banyak pengalaman baru.
"Dibilang susah nggak susah tapi akting di teater itu juga nggak gampang. Kalau latihan intens sudah sebulan, persiapan lainnya sih sudah tiga bulan lalu," paparnya.
Pemilik tinggi badan 170 centimeter dan berat 47 kilogram itu berharap kedepannya pertunjukan teater bisa mendapat perhatian lebih dari pemerintah.
"Inikan project idealis ya, selama ini seniman teater kan kurang dapat apresiasi yang bagus dari pemerintah," tutupnya.
Sensasi Surabi di Kedai Beranda Caringin
Bogor, bogorpos.com - Bagi masyarakat Jawa Barat khususnya, siapa yang tak kenal dengan penganan surabi. Namun, surabi yang satu ini dibuat sesuai pemenuhan selera para penggila kuliner di tanah air, khususnya masyarakat Bogor dengan perpaduan rasa sensasional.
Sepintas, jika dilihat dari bentuk, hampir tak jauh beda dengan surabi yang pada mulanya yang berkembang di masyarakat Jawa Barat sejak puluhan tahun silam. Namun, Berkat racikan tangan kreativ, mampu mengubah tampilan dan rasa makanan tradisional itu menjadi penganan sensasional.
"Bentuk hampir tidak berubah dari aslinya, tapi kami terus melakukan inovasi perpaduan rasa sesuai dengan selera masyarakat sekarang, terutama kalangan muda," ungkap Amanda Nurmaida Fabianty (15) pemilik "Kedai Beranda" yang berlokasi di Ruko Caringin, Jalan Raya Caringin, Kabupaten Bogor.
Selain harganya yang sangat terjangkau, surabi yang terus dikembangkan di Kedai Beranda itu tersaji dalam puluhan rasa sesuai selera penikmatnya. Tak ayal, para pelancong dari luar Bogor yang kebetulan melintasi jalur tersebut menuju arah Sukabumi, singgah dan menikmati kedahsyatan rasa yang disajikan Kedai milik pewirausaha muda itu.
"Kami jual berkisar antara Rp 4 ribu hingga Rp 10 ribu. Dan Alhamdulillah, tamu yang datang tidak saja dari Bogor, tapi juga dari luar Bogor yang awalnya mereka melintasi jalur ini dan mampir untuk menikmati surabi kami. Akhirnya mereka sering mampir disini," lanjut gadis belia yang masih duduk dibangku SMA Kelas satu itu saat ditemui bogorpos.com.
Surabi Kedai Beranda diracik dari bahan-bahan pilihan dan berkualitas terbaik. Selain paduan rasa, kebersihan dan kesehatan bagi pelanggan juga menjadi salah satu yang diutamakan pemilik kedai. Sehingga masyarakat tak perlu ragu untuk mecicipi dan menikmatinya. Untuk itu, Amanda sebagai pemilik kedai, menjamin racikan surabinya terbebas dari bahan-bahan yang mengandung bahan kimia yang dapat merugikan kesehatan bagi pelanggan.
"Kami menggunakan bahan-bahan pilihan dengan kualitas terbaik dan terbebas dari bahan-bahan yang mengandung bahan kimia," kata Amanda.
Kedai Beranda yang berdiri sejak dua bulan lalu itu didisain sesuai kebutuhan keluarga dan kaum muda. Keberadaannya di lokasi yang cukup strategis dan berdampingan dengan Mapolsek Caringin, menjadikan Kedai Beranda tak sulit untuk kita jumpai. Sehingga, pada hari-hari biasa banyak pengunjung yang datang untik menggoyang lidah di kedai tersebut, terutama menjelang dan saat weekend.
"Awalnya waktu saya mau ke Sukabumi saya coba mampir. Karena rasanya luar biasa dan pas di lidah, akhirnya saya ketagihan. Bahkan sudah beberapa kali saya sengaja mampir kesini hanya untuk menikmati Surabi di Kedai Beranda ini," ujar Kris Dian Saputra warga Cipete, Jakarta Selatan yang datang bersama pujaan hatinya Dessy Mirasari.
Makin penasaran kan, Pengen tau banget apa tau aja...!? Makanya, buruan datang ke Kedai Beranda, Ruko Caringin, Jalan Raya Caringin, tepat samping Mapolsek Caringin Kabupaten Bogor. Ayo ke Caringin sambil cari-cari angin, jangan bikin kamu nyesel seumur hidup.
Sepintas, jika dilihat dari bentuk, hampir tak jauh beda dengan surabi yang pada mulanya yang berkembang di masyarakat Jawa Barat sejak puluhan tahun silam. Namun, Berkat racikan tangan kreativ, mampu mengubah tampilan dan rasa makanan tradisional itu menjadi penganan sensasional.
"Bentuk hampir tidak berubah dari aslinya, tapi kami terus melakukan inovasi perpaduan rasa sesuai dengan selera masyarakat sekarang, terutama kalangan muda," ungkap Amanda Nurmaida Fabianty (15) pemilik "Kedai Beranda" yang berlokasi di Ruko Caringin, Jalan Raya Caringin, Kabupaten Bogor.
Selain harganya yang sangat terjangkau, surabi yang terus dikembangkan di Kedai Beranda itu tersaji dalam puluhan rasa sesuai selera penikmatnya. Tak ayal, para pelancong dari luar Bogor yang kebetulan melintasi jalur tersebut menuju arah Sukabumi, singgah dan menikmati kedahsyatan rasa yang disajikan Kedai milik pewirausaha muda itu.
"Kami jual berkisar antara Rp 4 ribu hingga Rp 10 ribu. Dan Alhamdulillah, tamu yang datang tidak saja dari Bogor, tapi juga dari luar Bogor yang awalnya mereka melintasi jalur ini dan mampir untuk menikmati surabi kami. Akhirnya mereka sering mampir disini," lanjut gadis belia yang masih duduk dibangku SMA Kelas satu itu saat ditemui bogorpos.com.
Surabi Kedai Beranda diracik dari bahan-bahan pilihan dan berkualitas terbaik. Selain paduan rasa, kebersihan dan kesehatan bagi pelanggan juga menjadi salah satu yang diutamakan pemilik kedai. Sehingga masyarakat tak perlu ragu untuk mecicipi dan menikmatinya. Untuk itu, Amanda sebagai pemilik kedai, menjamin racikan surabinya terbebas dari bahan-bahan yang mengandung bahan kimia yang dapat merugikan kesehatan bagi pelanggan.
"Kami menggunakan bahan-bahan pilihan dengan kualitas terbaik dan terbebas dari bahan-bahan yang mengandung bahan kimia," kata Amanda.
Kedai Beranda yang berdiri sejak dua bulan lalu itu didisain sesuai kebutuhan keluarga dan kaum muda. Keberadaannya di lokasi yang cukup strategis dan berdampingan dengan Mapolsek Caringin, menjadikan Kedai Beranda tak sulit untuk kita jumpai. Sehingga, pada hari-hari biasa banyak pengunjung yang datang untik menggoyang lidah di kedai tersebut, terutama menjelang dan saat weekend.
"Awalnya waktu saya mau ke Sukabumi saya coba mampir. Karena rasanya luar biasa dan pas di lidah, akhirnya saya ketagihan. Bahkan sudah beberapa kali saya sengaja mampir kesini hanya untuk menikmati Surabi di Kedai Beranda ini," ujar Kris Dian Saputra warga Cipete, Jakarta Selatan yang datang bersama pujaan hatinya Dessy Mirasari.
Makin penasaran kan, Pengen tau banget apa tau aja...!? Makanya, buruan datang ke Kedai Beranda, Ruko Caringin, Jalan Raya Caringin, tepat samping Mapolsek Caringin Kabupaten Bogor. Ayo ke Caringin sambil cari-cari angin, jangan bikin kamu nyesel seumur hidup.
Langganan:
Postingan (Atom)
