Senin, 06 Mei 2013

Anggota Dewan Harus Lebih Refresif dan Tingkatkan Fungsi Kontrol

Monday, 06 May 2013
Reporter : Herman Bonz
 Anggota Dewan Harus Lebih Refresif dan Tingkatkan Fungsi Kontrol
BOGOR, bogorpos.com - Pelaksanaan Reses pertama anggota dewan tahun sidang 2013 di Dapil IV Bogor Barat, dilakukan dengan cara berdialog langsung dengan para tokoh masyarakat. Aspirasi yang diserap para anggota dewan tersebut diharapkan masyarakat Bogor Barat untuk menjadikan proiritas dan dapat direalisasikan sesuai dengan usulan masyarakat.

Hal itu disampaikan Ketua Forum Komunikasi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (FK-LPM) Bogor Barat, Achmad Gaos. Ia menuturkan, pada prinsipnya masyarakat Bogor Barat menyambut baik reses yang dilakukan para wakil rakyat tersebut.

"Pada prinsipnya kita sambut baik, namun tentu tak hanya sekedar menyerap aspirai tapi lebih menjadikan prioritas aspirasi tersebut agar pelaksanaannya dapat berjalan sesuai apa yang diusulkan masyarakat," ujar Gaos saat ditemui bogorpos.com disela-sela dialog, Senin (6/5/13).

Ditegaskan Gaos, aspirasi yang disampaikan masyarakat tersebut seyogyanya menjadi sebuah referensi bagi para anggota legislatif untuk dapat benar-benar menjalankan fungsinya sebagai Legislasi, Anggaran dan Pengawasan. Terutama terhadap hal-hal yang berkembang terkait dengan kebijakan pemerintah daerah, yang akhir-akhir ini dinilai banyak kalangan cukup merugikan masyarakat.

"Diharapkan, dengan aspriasi tersebut para wakil rakyat bisa lebih refresif dan meningkatkan fungsi kontrol terhadap kinerja dan kebijakan pemerintah terkait pembangunan yang dipihak ketigakan yang dinilai akan merugikan masyarakat," tegasnya.

Lebih lanjut Gaos menjelaskan, meskipun musrembang ditingkat kelurahan dan kecamatan akan bermuara di tingkat kota, namun menurutnya, ditiap kelurahan memiliki Rencana Pembangunan Jangka Menengah tingkat Kelurahan (RPJMK) yang dapat disinergikan dengan usulan dan aspirasi melalui reses para anggota dewan tersebut.

"Dengan sinergi yang berjalan baik, maka pihak LPM pun akan dapat membantu secara optimal pelaksanaan dilapangan terkait dengan kepentingan masyarakat," jelasnya.

Atmadja : Pengusaha Jangan Mentang-Mentang Punya Uang

Monday, 06 May 2013
Reporter : Herman Bonz
Atmadja : Pengusaha Jangan Mentang-Mentang Punya Uang
BOGOR, bogorpos.com - Pelaksanaan Reses pertama DPRD Kota Bogor perdapil tahun sidang 2013 di Dapil IV Kecamatan Bogor Barat, dengan menggelar dialog dengan para tokoh masyarakat dan masyarakat Bogor Barat, Senin (6/5/13). Dalam dialog yang dilaksanakan di aula Kantor Kecamatan Bogor Barat tersebut, para wakil rakyat banyak menyerap aspirasi dari para tokoh masyarakat dan masyarakat.

Ketua Komisi A DPRD Kota Bogor Fraksi Golkar, H. Atmadja mengatakan, banyaknya ketidaksempurnaan pelaksanaan pembangunan di wilayah Bogor Barat akibat kurangnya pengawasan dari dinas terkait. Untuk itu, dengan adanya usulan dan aspirasi yang diserap dalam dialog tersebut, pihak Dewan khususnya di Komisi C akan memanggil dinas terkait tersebut.

"Kita akan panggil dinas terkait untuk dapat melaksanakan pengawasan secara optimal terhap pengerjaan pembangunan yang dilaksanakan di wilayah Bogor Barat," ungkap Atmadja saat di temui bogorpos.com disela-sela dialog.

Dikatakan lebih lanjut, terkait dengan adanya usulan masyarakat terkait kebutuhan dibangunnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kota Bogor, menurutnya, pihaknya masih harus menunggu proses kerjasama antara pemerintah daerah dengan Rumah Sakit Karya Bhakti (RSKB) hingga 2014 mendatang.

"Kota Bogor memang berencana membangun RSUD, namun tentu harus menunggu dulu kerjasama antara Pemkot dengan RSKB yang akan berakhir tahun 2014 nanti," lanjutnya.

Disoal masalah pembangunan yang dilaksanakan terlebih dahulu sebelum perizinan terbit, Atmadja menegaskan bahwa kata kuncinya adalah masyarakat di wilayah itu sendiri. Jika saja ada penolakan sejak awal terkait dengan hal itu, maka pembangunan pun dapat dipastikan tidak akan dterjadi.

"Kata kuncinya adalah ada pada masyarakat itu sendiri. Jika ada penolakan tentu tak terjadi pembangunan," tegasnya.

Diterangkan, untuk lajunya pembangunan dikota Bogor diakuinya membutuhkan adanya investor. Namun begitu, kata dia, pihak pengusahapun tidak bisa semena-mena dengan mengambil jalan pintas (sortcut) untuk mendapatkan sesuatu diluar prosedur dan ketentuan yang berlaku, terlebih menyangkut dampak sosial bagi masyarakat setempat.

"Pengusaha sendiri jangan mentang-mentang punya uang, lantas harus mendapatkan sesuatu dengan cara instan dan pintas," terang Atmadja.

Mayat Laki-laki Ditemukan Warga di Trotoar Sudirman

Monday, 06 May 2013
Reporter : Herman Bonz
Mayat Laki-laki Ditemukan Warga di Trotoar Sudirman
BOGOR, bogorpos.com - Seorang pria ditemukan tergeletak dalam kondisi sudah tak bernyawa di trotoar depan Gedung Wanita, Jalan Sudirman, Bogor Tengah, Kota Bogor, Senin (6/5/13) pagi. Korban ditemukan oleh seorang pejalan kaki yang tengah melintas di tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan hasil olah TKP petugas dari Polsek Bogor Tengah, jenasah diketahui bernama Leonardus Birak asal Merauke, Papua. Saat ditemukan korban dalam keadaan tertelungkup, dan dari mulutnya mengeluarkan darah.

Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah Aiptu Andri Alam yang ditemui di TKP menjelaskan, dari tubuh korban tidak didapati bekas penganiayaan atau tindak kekerasan. dari hasil penyelidikan sementara korban diduga meninggal karena sakit.

"Dugaan sementara hasil olah TKP yang kami lakukan, korban meninggal karena sakit. Dari mulutnya juga keluar darah. Tadi ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB," tutur Andri.

Dijelaskannya, jenasah korban akan dibawa terlebih dulu ke RSUD Ciawi, Kabupaten Bogor. Selanjutnya akan dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta. Polsek Bogor Tengah pun sambil berupaya untuk mencari informasi keluarga atau kerabat korban.

Dari dompet milik korban yang kelahiran 16 Oktober 1963 itu, ditemukan sebuah kartu identitas bertuliskan Ikatan Alumni Sekolah Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (IA-STIP-AN). Disitu tertera korban lulusan tahun 2012 lalu.

Sementara menurut Kopral Kepala (Kopka) Provost F Seigi dari Kodim 0606 Kota Bogor, Korban sempat berbincang-bincang sekitar 15 menit sebelum akhirnya ditemukan tewas. Kepada Seigi, korban sempat mengeluh sesak nafas dan sakit di bagian dada.

"Dia (korban, Red.) sempat mengeluh sakit dada dan sesak nafas. Bahkan korban meminta uang sama saya Rp.10.000 untuk membeli obat," tutur Seigi.

Merasa iba dengan kondisinya, Kopka Prov. Seigi akhirnya memberi uang yang dimintanya dan kemudian korban pamit untuk membeli obat. Namun selang beberapa saat setelah itu, salah seorang warga melaporkan bahwa ia melihat korban tergeletak tak jauh dari Markas Kodim 0606 tersebut.

"Mungkin hanya sekitar 15 menit setelah saya ngobrol dengannya, lalu ada warga yang lapor bahwa orang yang tadi ngobrol dengan saya ditemukan meninggal," tuturnya.

Jokowi: Mungkin Oktober Metallica ke Jakarta

Rencana untuk mengundang Metallica tampil lagi di Jakarta mulai dimatangkan. Sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, yang biasa dipanggil Jokowi, memerkirakan konser band heavy metal dari Los Angeles (California, AS) itu bisa digelar pada Oktober 2013.

Sehubungan dengan rencana tersebut, Jokowi meminta kondisi keamanan berkait dengan konser itu diperhatikan dengan seksama. Ia tak ingin kerusuhan yang terjadi sehubungan dengan konser Metallica pada 1993 di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, terulang.

"Saya minta sisi keamanan diperhatikan. Dulu di Lebak Bulus itu rusuh. Mungkin Oktober tahun ini (konser diadakan), kita baru bicara awal. Tapi, paling tidak, kita sudah diberi sinyal (oleh pihak promotor dan pihak agen Metallica)," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Jumat (3/5/2013).

Jokowi antusias Metallica bisa manggung lagi di Jakarta. Tawaran itu ia sampaikan ketika bertemu dengan seorang promotor, Jonathan Liu, di Balaikota Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan itu, Liu mengungkapkan minatnya untuk menampilkan Metallica di Jakarta dengan konsep paduan musik cadas band tersebut dengan tari tradisional Bali, kecak. Kepada Liu, Jokowi meminta konser itu digelar di Jakarta, dengan menawarkan tiga pilihan tempat--di kawasan Monumen Nasional, kawasan Museum Fatahillah, atau Taman Mini Indonesia Indah.

sumber ; kompas.com

Dua Orang Pejalan Kaki Keseruduk Angkot

Sunday, 05 May 2013
Reporter : Herman Bonz
Dua Orang Pejalan Kaki Keseruduk Angkot
BOGOR, bogorpos.com - Angkutan Kota (angkot) O2 jurusan Sukasari-Bubulak bernopol F 1933 BO, seruduk dua warga Jakarta di depan Gedung DPRD Kota Bogor, Jalan Kapten Muslihat, Minggu (5/5/13) siang.
Angkot yang di kemudikan Endi (63) tersebut tiba-tiba mati mesin dan sulit starter beberapa meter sebelum lampu merah Kapten Muslihat. Bermaksud untuk menepi dan memperbaiki, Endi memundurkan kendaraannya untuk masuk ke halaman parkir gedung DPRD Kota Bogor.

Saat mobil mundur, serombongan pejalan kaki melintas di depan gerbang gedung DPRD. Tak ayal insiden itupun terjadi. Dua orang  bernama Rohaya (17) dan Dian (17) terdorong mobil dan terjatuh. Bahkan salah satunya terseret dan berada di kolong mobil.
"Kami tidak tahu ada mobil mundur dan mau masuk halaman gedung, dan dua teman kami itu yang tepat berada di bagian belakang rombongan yang terdorong dan terseret," ujar Rojak teman korban kepada bogorpos.com.

Sementara itu Endi sang sopir mengaku kaget dan shok saat mobil yang kemudikannya itu menabarak korban dibagian belakang. Menurutnya, saat ia hendak memasukan mobil ke halaman gedung DPRD, tak terlihat ada pejalan kaki yang akan melintas.

"Mobil sudah sidak bisa ngerem karena mesin mati. Dan saya tidak sempat menarik rem tangan karena gugup dan kaget," katanya yang masih nampak lemas akibat shok.

Beruntung, setelah mendapatkan pertolongan dari para petugas Satpol PP yang berada di Pospam Gedung DPRD, kedua korban tak mengalami luka serius. Kendati begitu, sang sopir siap bertanggung jawab untuk membawa kedua korban ke rumah sakit. Namun kedua korban dan teman-teman korban menolak karena keduanya tidak mengalami cedera fatal.

"Tidak usah pak, kami tidak apa-apa kok. Ini musibah buat kita semua," kata Rohaya yang kelihatan pucat akibat kaget dan menahan sakit di bagian kakinya.

Dari informasi yang dihimpun, rombongan pejalan kaki tersebut adalah warga Duri, Tambora, Jakarta Barat yang hendak pulang merayakan acara reunian di Kota Bogor.

Bima Arya Sowan Ke Endang Kosasih

Sunday, 05 May 2013
Reporter : Herman Bonz
Bima Arya Sowan Ke Endang Kosasih
BOGOR, bogorpos.com - Ketua DPP Partai Amanat Nasional Bima Arya sowan ke kediaman politikus senior Bogor, H. Endang Kosasih di Jalan PD. Hasan, Tajur, Kota Bogor belum lama ini. Pertemuan politikus dari dua generasi berbeda ini membicarakan situasi politik dan sosial di Bogor Raya, terutama menjelang Pemilihan Walikota dan Bupati Bogor tahun 2013.

Dalam pertemuan santai tersebut, Arya Bima didampingi sejumlah tim pemenangannya. Kepada Endang Kosasih, politikus PAN ini menceritakan kerja politiknya di Kota Bogor dalam beberapa tahun terakhir. Ia meminta pandangan Endang Kosasih, yang merupakan politikus senior di Bogor, terkait konsep membangun Kota Bogor ke depan.

Doktor Ilmu Politik jebolan Australian National University Camberra itu  berkeinginan, strategi memajukan Kota Bogor berangkat dari keinginan masyarakat. Representasi harapan publik tersebut yang ingin diterapkan dalam sistem pemerintahan nantinya. Endang Kosasih sudah berpengalaman dan tahu betul tentang Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Sebab, Endang yang kini menjabat Dewan Penasihat Partai Gerindra Kabupaten Bogor itu pernah menjadi Ketua DPRD dan Anggota DPR RI.

"Saya yang lebih muda yang harus menemui beliau. Pak Endang bisa berbagi pengalaman dan memberi pandangan tentang Kota Bogor. Saran beliau saya butuhkan untuk membawa Bogor lebih baik," kata Arya Bima yang Bakal Calon Walikota Bogor kepada wartawan di kediaman Endang, Sabtu (4/5/13) malam.

Pada kesempatan itu Endang Kosasih  mengungkapkan, pertemuannya dengan Arya Bima hanya silaturrahmi biasa, antara anak dengan orangtua. Ia menilai, tampilnya Arya dalam bursa Pilwalkot Bogor menunjukan regenerasai politik berjalan baik. Arya masih muda dan berpotensi besar. Dari kemampuan, sebenarnya Arya  sudah  di level nasional.

"Tapi sebagai orang Bogor, Bima Arya kembali ke daerahnya. Ia ingin memajukan kota kelahirannya. Bogor butuh figur seperti dia. Apa saya sampaikan kepada dia hanya sebatas berbagi pengalaman," ungkap Alumni Lemhanas tahun 2003 ini.

Bangkai pesawat Sukhoi akan dievakuasi

Petugas Taman Nasional Gunung Halimun Salak mengizinkan perusahaan Sukhoi untuk melakukan survei evakuasi bangkai pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Bogor, satu tahun lalu.

"Izin sudah kami keluarkan untuk evakuasi bangkai pesawat tersebut, namun izin tersebut masih baru sebatas survey karena kami pun ingin mengetahui bagaimana cara evakuasi Sukhoi tersebut," kata Kepala Taman Nasional Gunung halimun Salak (TNGHS) Agus Priambudi.

Menurut Agus, nantinya hasil survei itu akan dijadikan patokan oleh pihaknya apakah bangkai pesawat tersebut layak untuk dievakuasi atau tidak. Karena jika dalam evakuasinya merusak ekosistem bisa saja izin tersebut dibatalkan sampai ada cara lain agar flora dan fauna di lokasi jatuhnya pesawat naas ini tidak terganggu dan rusak dengan adanya kegiata evakuasi.

Namun, pihaknya saat ini masih menunggu hasil informasi dari petugas di lapangan, sementara pihak perusahaan dan TNI sudah beberapa kali melakukan survei tetapi belum ada laporan kapan akan dievakuasi bangkai pesawat buatan Rusia itu.

"Memang untuk mengevakuasi bangkai pesawat tersebut tidak mudah karena berada di jurang yang sulit untuk ditembus manusia apalagi alat berat, sehingga perlu cara yang spesifik dan kami pun melihat pihak perusahaan masih kesulitan untuk mencari cara bagaimana mengevakuasi bangkai pesawat tersebut," tambahnya.

Dikatakan Agus, jika nanti ke depannya survei dan cara yang akan dilakukan perusahaan tersebut sudah selesai dan administrasinya lengkap maka pihaknya akan kembali melakukan penelitian baru keluar izin evakuasi.

Secara umum pihaknya sudah mengizinkan bangkai pesawat untuk dievakuasi asalkan tidak merusak habitat flora dan fauna yang hidup di lokasi jatuhnya pesawat ini.

"Saat ini sebagian bangkai pesawat sudah ada yang terkubur longsoran sehingga sudah bisa diprediksi evakuasi bangkai pesawat ini akan sulit dan tidak bisa dilakukan dalam satu hari. Dalam melakukan evakuasi ini seluruh elemen masyarakat juga harus tahu karena TNGHS merupakan milik seluruh masyarakat juga perlu dijaga kelestariannya karena kami secara rutin melakukan konservasi," kata Agus.


sumber : Antara