Kamis, 25 April 2013

Kepala Desa Ciapus Yang Baru Gelar Tasyakuran


BOGOR, bogorpos.com - Sebagai bentuk rasa syukur atas terpilih dan dilantiknyanya Rahmat Jebeng (40) sebagai Kepala Desa Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor menggelar syukuran yang dihadiri Camat Ciomas yang diwakili sekertaris Camat dan jajaran Muspika serta seluruh masyarakat desa Ciapus, Minggu (21/04/13).

Sekertaris Kecamatan (Sekcam) Ciomas, Rahmat Nugraha mengatakan, dengan terpilihnya Kepala desa yang baru diharapkan seluruh program kepemerintahan baik ditingkat kecamatan maupun desa akan berjalan sesuai yang diharapkan.

"Kepala Desa yang baru ini tentu menjadi harapan seluruh masyarakat desa Ciapus untuk dapat menjalankan program-program pemerintah demi kepentingan masyarakat banyak," kata Rahmat saat ditemui bogorpos.com di sela-sela acara.

Ditambahkan Sekcam, kepala desa yang baru tersebu harus menjadi panutan seluruh masyarakat Ciapus, meski pada saat pemilihan dan pencalonannya sebagai kepala desa, ada diantara masyarakat yang tidak memilihnya. Hal itu adalah sesuatu yang biasa dan wajar dalam berdemokrasi. Namun, lanjut Rahmat, setelah terpilihnya dia menjadi Kepala Desa, maka sepenuhnya menjadi milik masyarakat Ciapus.

"Sehingga apapun program kerja baik itu jangka pendak, menegah maupun jangka panjang yang akan dijalankan oleh kepala desa yang baru, harus benar-benar didasari atas kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Ciapus," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Desa terpilih Rahmat Jebeng mengungkapkan, bahwa kegiatan yang laksanakan ini sepenuhnya merupakan bentuk tasyakuran yang ia gelar dan diperuntukan untuk seluruh masyarakat Ciapus. Karena menurutnya, dirinya kini sudah menjadi bagian dari seluruh masyarakat ciapus.

"Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa ini kita laksanakan sebagai bentuk rasa syukur dan tasyakuran. Selain itu, kita jadikan juga sebagai langkah awal saya sebagai kepala desa yang baru untuk bersilaturahmi dengan seluruh masyarakat," ungkap Rahmat Jebeng selalku kepala desa terpilih.

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya telah memiliki segudang program yang akan ia jalankan sebagai upaya mensejahterakan masyarakat. Bahkan dalam waktu dekat, Kepala yang baru saja dilantik itu akan menjalankan program pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang bekerjasama dengan dokter setempat.

"Sebelum masyarakat dirujuk ke rumah sakit umum dengan program jamkesmas atau jamkesda, mereka dapat berobat terlebih dahulu ke dokter setempat yang seluruh biayanyanya diklaim oleh Desa," jelasa Rahmat.
Tasyakuran itu diisi juga dengan acara hiburan dan mancing bersama seluruh masyarakat. Nampak kepala desa dan masyarakat berbaur dan menjadikan kemenangannya dalam pilkades merupakan kemenangan seluruh masyarakat Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Pemimpin Bogor Harus Bersih Dari Sifat Maksiat dan Perbuatan Asusila

BOGOR, bogorpos.com - Menyikapi permasalahan adanya perbuatan maksiat dan cabul yang dilakukan kalangan pejabat pemerintahan, Aliansi Masyarakat Bogor Anti Maksiat mengingatkan para pejabat dan masyarakat Kota bogor dengan menggelar aksi unjuk rasa didepan Kantor Walikota Dan DPRD Kota Bogor, Selasa (23/04/13).
Koordinator unjuk rasa, Ruhyat Sujana menuturkan, bahwa dalam waktu dekat ini masyarakat Kota dan Kabupaten Bogor akan dihadapkan dengan pemilihan umum kepala daerah. Untuk mengingatkan masyarakat agar lebih mewaspadai dan mencermati dalam memilih para pemimpinnya. Selain itu, bagi para kandidat yang nantinya akan memimpin baik di Kota maupun Kabupaten Bogor untuk lebih amanah dan lebih mengedepankan akhlak terpuji dalam menjalankan roda kepemerintahan dengan landasan sepenuhnya demi kepentingan masyarakatnya.

"Masyarakat harus lebih cerdas menyikapi dan mencermati jejak rekam para calon pemimpinnya dalam segala hal, terutama yang berkaitan dengan urusan syahwat yang mengarah kepada tindakan maksiat dan perbuatan cabul yang dilakukan para pejabat," ujar Ruhyat kepada wartawan.

Ruhyat berharap, peristiwa perbuatan asusila, maksiat dan cabul yang dilakukan beberapa pejabat pemerintahan di daerah lain, harus menjadi bahan introspeksi bagi para pejabat di Kota dan Kabupaten Bogor untuk tidak berbuat sama seperti yang dilakukan para pejabat di daerah lain yang ramai diberitakan diberbagai media.

"Para pejabat Kota dan Kabupaten Bogor harus lebih melakukan pendekatan secara religi, majauhi perbuatan-perbuatan asusila termasuk upaya penyalahgunaan wewenang dan jabatannya demi kepentingan pribadi dan golongannya yang akan membawanya kepada tindak pidana korupsi karena, itu sudah menjadi mata rantai seperti yang sering didengung-dengungkan yakni harta, tahta, wanita," harap dia.

Jika kedepan ada para pejabat Kota Bogor yang terbukti melakukan tindakan asusila, maksiat dan cabul, maka Aliansi Masyarakat Bogor Anti Maksiat tidak akan sungkan-sungkan untuk berada di bagian depan menuntut para pejabat tersebut untuk turun dari jabatan dan menyeretnya ke pengadilan," tegas Ruhyat.

Unjuk rasa yang tidak berlangsung lama di depan Balaikota itu diterima oleh Staf Ahli Pemerintahan, Hendi Iskandar yang juga mantan Kasat Pol PP Kota Bogor. Tak puas dengan apa yang disampaikan Hendi, massa yang berjumlah sekitar 25 orang itu membubarkan diri dan melanjutkan berorasi di halam Gedung DPRD Kota Bogor.

Badan Litbang Kehutanan Gelar Seminar Green Economy


BOGOR, bogorpos.com - Dalam memperingati 100 tahun kelitbangan kehutanan Indonesia, Badan Litbang Kehutanan gelar seminar tentang Ekonomi Hijau atau Green Economy. Seminar yang mengambil tema 'Application of Green Economy for Sustainable Forest Development' dilaksanakan di ruang Sudiarto, Badan Litbang Kehutanan, Jalan Gunung Batu No.5 Bogor, Rabu (24/04.13). Hadir para pembicara diantaranya Kepala Badan Litbang Kehutanan (Balitbang), Director General CIFOR, Regional Coordinator ICRAF.
Dalam seminar yang berlangsung satu hari itu bertujuan untuk berbagi informasi dan tukar pendapat seluruh pemangku kepentingan, lembaga riset, kalangan akademisi, LSM dan pihak-pihak terkait dalam merumuskan dan menterjemahkan konsep Ekonomi Hijau di sektor Kehutanan dalam mencapai tujuan berkelanjutan.
Kabalitbang Kehutanan, Dr. Iman Santoso dalam siaran persnya mengatakan, banyaknya penelitian yang dilakukan Litbang Kehutanan merupakan bagian dari kerangka mewujudkan Ekonomi Hijau disektor kehutanan untuk lebih meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan. Dimana produk-produk yang dihasilkan dari Ekonomi Hijau tersbut bersifat ramah lingkungan dan tidak berdampak negatif bagi kehidupan.
"Konsep Ekonomi Hijau sudah di awali dengan berbagai kebijakan dan program pembangunan yang dijabarkan dalam berbagai kegiatan," kata Iman dihadapan sejumlah wartawan.
Dijelaskan lebih lanjut, berbagai kegiatan tersebut antara lain, upaya pemanfaatan optimalisasi lahan, moratorium konversi hutan alam, program pelibatan dan pemberdayaan masyarakat, corporate Social Responcibility (CSR) penerapan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SVLK) Indonesia pada produk-produk hasil hutan dan sejumlah kegiatan lainnya.
Di lain pihak, kata dia, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada tahun 2011 telah meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025 yang menjadi acuan pembangunan Indonesia. MP3EI sendiri langkah untuk menjadikan Indonesia sepuluh negara besar dunia pada tahun 2025 melalui pertumbuhan ekonomi tinggi yang inklusif, berkeadilan dan berkelanjutan.
"Untuk mencapai hal tersebut, diharapkan pertumbuhan ekonomi Riil rata-rata sekitar 7-9 persen pertahun secara berkelanjutan. Tentunya tantangan besarnya adalah bagaimana MP3EI ini bersinergi dengan Ekonomi Hijau sektor kehutanan, yang salah satu indikatornya adlah penurunan tingkat emisi karbon dan peningkatan stok karbon di hutan," pungkas Iman
  

Pemdes Bantarkaret Upayakan Penerangan di Dua Kampung


NANGGUNG, bogorpos.com - Dua kampung di Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung harus berada dikegelapan saat malam hari. Pasalnya kedua kampung tersebut yakni kampung Cipanas dan kampung Pamanggon sampai saat ini masih belum teraliri listrik.
Terkait dengan hal itu, Pemerintah Desa (Pemdes) Bantarkaret terus berupaya agar kedua kampung yang berada di wilayah pemerintahannya itu dapa segera menikmati aliran listik seperti di kampung-kampung lainnya. Hal itu ditegaskan kepala desa bantar karet Pepen Popandi, Rabu (24/4/13).
Menurut Pepen, semenjak desa ini mulai teraliri listrik pada Tahun 1994 lalu, tinggal 2 kampung tersebut yang belum menikmati aliran listrik dikarenakan letak kampung yang memang terpencil tepatnya diperbatasan dengan perhutani.
"Iitupun tidak semuanya, hanya beberapa kepala keluarga saja yang belum teraliri listrik," kata Pepen.
Dikatakan Kades, infrastruktur yang tidak memadai, serta jarak tempuh menuju kedua wilayah tersebut sangat jauh, mengakibatkan pihak PLN kesulitan untuk mengakses jaringan ke wilayah tersebut. Kendati demikian, pihaknya akan terus berupaya mempercepat realisasi penerangan bagi kedua kampung tersebut.
"Pihak desa tengah berusaha meminta bantuan kepihak ketiga yaitu PT. Antam untuk pemasangan jaringan, dan mudah-mudahan paling lambat akhir tahun 2013 nanti semuanya sudah bisa merasakan dan menikmati penerangan lampu," pungkasnya.

Atap Sekolah Ambruk Tiga Pekerja Dilarikan Ke Rumah Sakit


BOGOR, bogorpos.com - Atap gedung sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 10 Bogor di Komplek Perumahan Yasmin, sektor 6, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat ambruk dan menimpa tiga orang pekerja.
"Tiga orang pekerja bangunan menjadi korban dari ambruknya atap gedung. Para korban mengalami luka-luka karena terkena reruntuhan dan segera dilarikan ke rumah sakit," kata Entis saksi mata.
Kepala Sekolah SMAN 10, Asep Zainal mengatakan, kronologis ambruknya atap gedung tersebut terjadi dalam pengerjaan pembangunan ruang kelas baru SMAN 10 Bogor.
"Tiba-tiba atap gedungnya ambruk. Saat kejadian para pekerja sedang melakukan pemasangan rangka atap genteng, belum selesai terpasang, rangka baja ambruk. Ketiga pekerja yang sedang berada diatas pun ikut terjatuh," terangnya.
Menurut keterangan pihak sekolah, pembangunan tiga ruang kelas baru itu dikerjakan oleh CV Prisma Jaya yang dimulai sejak Januari hingga April 2013.
“Pemasangan atap baja ringan dilakukan oleh pihak ketiga yakni CV Prisma Jaya. Dana pembangunan ruang kelas baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui dana swakelola sebesar Rp280 juta,“ jelas Asep.
Penambahan tiga ruang kelas baru dilakukan karena pihak sekolah mengaku kekurangan ruang belajar.
"Karena kapasitas lahan sempit hanya seluas 5.000 meter persegi sehingga dilakukan penambahan menjadi dua lantai," ujarnya.


Kasus DBD di Kota Bogor Meningkat Tajam

Ilustrasi
BOGOR, bogorpos.com - Sepanjang tahun 2012, penyakit deman berdarah dengeu (DBD) yang terjadi di Kota Bogor mengalami peningkatan tajam. Dalam catatan Dinas Kesehatan Kota Bogor, terdapat sebanyak 1.011 kasus DBD yang ditemukan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Rubaeah, mengatakan, apabila dibandingkan pada data tahun 2011, penyakit DBD hanya berjumlah 608 kasus. "Pada tahun 2012, angka bebas jentik (ABJ) mencapai 91,2 persen. Sedangkan pada tahun 2011, ABJ mengalami penurunan hingga 93,6 persen,"kata Rubaeh kala menggelar Pertemuan Evaluasi Implementasi Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD Tingkat Kota Bogor Tahun 2013, Rabu (24/4/13).

Masih tingginya kasus DBD yang terjadi di Kota Bogor ditenggarai karena minimnya perilaku masyarakat akan kebersihan. Program 3 M dengan membersihkan bak mandi, menguras tempat penampungan air serta mengubur barang bekas masih awam untuk dilakukan oleh masyarakat.

Dinas Kesehatan Kota Bogor selaku garda terdepan sendiri harus mampu menemukan titik lemah penyebab melonjaknya kasus DBD, apakah dilevel pelaporan, pemantauan, atau dilevel koordinasi.

“Kita harus door to door dalam  memberikan penyuluhan kepada masyarakat pentingnya pemberantasan jentik nyamuk. Mind set belum berubah, lebih baik mncegah daripada mengobati,” ungkap Rubaeah.

Ditambahkannya, Dinas Kesehatan bersama dengan masyarakat harus serius memerangi penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aides Aegypty. “Jangan sampai menunggu lonjakan kasus. Kita harus bisa menangkap sinyal-sinyal di lapangan dan melakukan antisipasi,”katanya.